-->

Elifas Maspaitella Canangkan HUT Ke-86, Pekan Pembinaan Keluarga dan Gereja Protestan Maluku Menuju 1 Abad

Elifas Maspaitella Canangkan HUT Ke-86, Pekan Pembinaan Keluarga dan Gereja Protestan Maluku Menuju 1 Abad.lelemuku.com.jpg

AMBON, LELEMUKU.COM - Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt Elifas T. Maspaitela mencanangkan perayaan hari ulang tahun ke-86 GPM  pada 6 September 2021, Pekan Pembinaan Keluarga dan  Gereja Protestan Maluku Menuju 1 Abad secara virtual dari Gedung Gereja Maranatha Ambon .

Akta pencanangan ini ditandai dengan pemukulan tifa oleh Pendeta Maspaitella dan di dampingi oleh Sekretaris Umum Pendeta S.I. Sapulette, Wakil Sekum Pendeta Rudolf Rahabeat, serta Anggota MPH Pendeta Dr. Nancy Souisa, Penatua Ny. Betti Sahertian, Penatua Frans J. Papilaya pada Sabtu (28/8/2021).

Dalam acara ini juga, secara resmi Sinode GPM meluncurkan aplikasi Badan Milik Gereja (BMG). Melalui aplikasi BMG, Sinode, Klasis dan jemaat dipermudah untuk mengetahui aset yang dimiliki dan memiliki hak akses masing-masing. Sinode dapat melihat data lingkup Klasis serta Klasis dapat melihat data jemaat-jemaat.

Dikatakan ketua Sinode, pandemik Covid 19 tidak lalu menjadi penghalang bagi GPM dalam menjalankan misi bergereja. Sebab ini tahun ke dua GPM akan merayakan Hari Ulang Tahun dalam kondisi pandemik covid-19. Tema perayaan tahun ini adalah “Bersyukur Atas Kebajikan dan Kemurahan Tuhan, Gembala yang Baik” yang diambil dari kitab Mazmur 23: 1 – 6.

"Kita sadar bahwa dalam masalah yang berat sekalipun, baik internal, seperti pada 1960 di mana lahirnya Pesan Tobat GPM, atau dalam hiruk pikuk di tengah bangsa, pada 1950 atau 1999, GPM tetap pada pendiriannya menjadi gereja yang menghadirkan pembebasan dan perdamaian. Lagi-lagi itu karena Tuhan bekerja secara nyata dalam hidup semua umat.  Malah bertubi-tubi kita dihantam bencana alam sampai pada pandemi covid-19, GPM tetap menjadi gereja dengan berusaha hadir lebih dahulu dan selalu hadir untuk mencerahkan pemahaman umat, menumbuhkan harapan, memulihkan kondisi hidup individu dan sosial, dan memastikan bahwa Tuhan ada dan tetap bekerja di dalam dan melalui gerejaNya," ujar dia.

Ia melanjutkan, sejarah gereja menegaskan bahwa semua umat manusia diperintahkan untuk membawa suara Injil yang membebaskan dan memanusiakan, karena 6 September 1935 menjadi tonggak iman untuk memproklamasikan kebebasan dalam bentuk keterlepasan dari dominasi pemerintah Hindia Belanda.

"Suatu spirit keagamaan yang menunjukkan bahwa orang percaya hanya bergantung kepada Tuhan dan hidup dari berkat Tuhan. Spirit itu yang membuat Gereja Protestan Maluku (GPM) percaya dan mengaku “Yesus Kristus adalah Tuhan dan Kepala Gereja, Tuhan atas sejarah bangsa-banhsa dan alam semesta dan Juruselamat Dunia”. Itulah sebabnya dalam tiap babakan sejarahnya, GPM selalu bermisi di tengah masyarakat, bangsa dan di tengah dunia, karena itu pula di alam semesta pemberian Tuhan ini," lanjut dia.

Pendeta Maspaitella menegaskan pada spirit iman itulah, pihaknya mengajak semua jemaat untuk memahami puncak perayaan syukur HUT GPM sejak tahun ini dan seterusnya akan berlangsung dan berpusat di dalam Kebaktian Jemaat. Karena itu setiap 6 September, di seluruh Jemaat GPM, pada jam 09.00 sebagai jam kebaktian Jemaat GPM, akan ada kebaktian khusus HUT GPM.

"Semua itu terjadi dan kita lakukan karena kita yakin, Tuhan selalu menunjukkan kebajikan dan kemurahan hatiNya kepada kita, karena Ia tetap menemukan kita sebagai gerejaNya dan memakai kita untuk menuntun semua dombaNya. Hal itu selaras dengan Tema HUT 86 GPM, “Bersyukur atas kebajikan dan kemurahan Tuhan, Gembala yang baik” (Mazmur 23:1-6). Untuk tahun ini, MPH sudah menyurati semua Pemerintah Daerah di Maluku dan Maluku Utara agar warga GPM yang adalah ASN dapat beribadah pada jam 09.00 di gereja pada jemaatnya, semacam mendapat libur fakutatif. Semoga dengan begitu, suasana syukur secara bersama-sama menjadi suatu tanda pertumbuhan iman kita dan melaluinya kita membentuk masyarakat dan bangsa yang religius serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, bangsa dan alam semesta," ungkap dia.

Beberapa kegiatan telah dilakukan sinode dan umat GPM menjelang HUT nya yang ke-86 tahun. Kegiatan-kegiatan itu telah dilakukan sejak akhir Agustus hingga pertengahan September 2021.

Beberapa acara yang telah dilakukan yaitu Pencanangan HUT ke-86 GPM serta Kegiatan Pastoral dan Aksi Diakonal bagi umat yang mengalami dampak akibat pandemi Covid 19 melalui live media sosial pada 28 Agustus 2021. Lalu pencanangan HUT ke-86 di Klasis dan Jemaat dan sehari berikut kegiatan kampanye pola hidup sehat di jemaat-jemaat pada 29 Agustus 2021.

Selanjutnya dilaksanakan Pekan Pembinaan Keluarga menjelang kegiatan HUT di masing-masing jemaat mulai dari 30 Agustus 2021 hingga 5 September 2021.

Satu hari jelang HUT nya pada 5 September 2021 digelar acara “GPM Berdoa” secara serentak terkait pandemi Covid 19 dan pergumulan GPM menuju satu abad. Dan diakhiri dengan dilakukan kegiatan Gerakan Keluarga Menanam  pada 11 September.

Ibadah dalam acara pencanangan ini sendiri dipimpin oleh Pendeta Dr. Nancy Souisa yang dalam khotbahnya mengatakan bahwa gereja ini bertahan dan gereja ini ditambahkan usianya oleh Tuhan karena kebaikan-kebaikan yang diberikan dan dinyatakan dalam kehidupan umat di pulau-pulau, di kampung-kampung, di desa-desa, pesisir, pantai dan pegunungan.

"Memberikan yang terbaik bagi kehidupan bukan hanya gereja tapi bagi kehidupan bersama. Itulah yang membuat gereja ini hidup. Di tahun ini kita berjalan bersama dengan usia yang ditambahkan Tuhan sebagai gereja," kata dia.

Ia melanjutkan dasar dari gereja yang sangat penting yakni keluarga. Sehingga semua pihak wajib membina keluarga secara utuh di tengah seluruh sudut pandang pengalaman pelayanan,  supaya kebaikan demi kebaikan menjadi gaya hidup dari keluarga-keluarga kristen dengan mempraktekannya mulai dari keluarga dan berdampak ke masyarakat.

"Kita yakin dan percaya value dan karakter yang dibentuk akan menjadi modal untuk daya juang, modal tawar menawar dan pengembangan penghidupan anak-anak dan keluarga kita ke masa yang akan datang," tuturnya.

Rangkaian Pencanangan HUT dan Pekan Pembinaan Keluarga diakhiri dengan aksi diakonal bersama anak-anak panti asuhan pada yayasan Caleb House, Liliani, Efata, dan Al Angsor.  (Laura Sobuber)

Tentang Kami

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel