-->

Wings Air Tuduh Lanud Pattimura Larang Terbang ke Saumlaki, Pesawat Dicarter ke Teluk Bintuni

Wings Air Tuduh Lanud Pattimura Larang Terbang ke Saumlaki, Pesawat Dicarter ke Teluk Bintuni.lelemuku.com.jpg

AMBON, LELEMUKU.COM - Maskapai Penerbangan Lion Air Group, yang salah satu anak perusahaannya Wings Air diduga melakukan pelanggaran aturan penerbangan. Hal ini terungkap setelah adanya pembatalan secara sepihak penerbangan dengan nomor penerbangan  IW 1516 Y tanggal 7 Juli pukul 7.20 WIT, dari Bandara Pattimura Ambon menuju Bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. 

Pihak Lion Air mengklaim kalau penerbangan pesawat komersil milik mereka itu dilarang terbang dari Ambon ke Saumlaki, akibat ulah dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura Ambon.

Menanggapi klaim tersebut, Kepala Penerangan Lanud Pattinura Ambon, Letda Sus Yogi Tri Santoso, S.Hum, menyatakan bahwa hal tersebut merupakan pembohongan publik yang dilakukan oleh pihak Lion Air dengan sengaja mengkambinghitamkan Lanud Pattimura Ambon. Sebab maskapai tersebut telah berulang kali melakukan pelanggaran dalam aturan penerbangan di wilayah udara Lanud Ambon. 

"Pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Lion Group pada tanggal 6 Juli adalah yang kedua kalinya," beber Yogi pada  Kamis (8/7/2021).

Pesawat unschedule Wings Air tipe ATR 72/600 IW 2502/PK-WJJ dengan rute FKQ-AMQ misi charter flight tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen Flight Security Clearence (FSC) dan Surat Keterangan Security Clearance (SKSC) pada Selasa (6/7/2021) lalu. 


Bahkan pesawat unschedule domestik Wings Air IW 2502/PK-WJJ dengan rute FKQ-AMQ tersebut berani diputuskan untuk take off dari Bandara Torea, Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat atas perintah Fitzgerlad Julian Rachman yang adalah Direktur Utama Operasi, kepada  M Saldy Alhabsy selaku Station Manager.

Pelanggaran sebelumnya, lanjut dia, terjadi pada tanggal 3 Juli 2021 dengan nomor IW-2505/PK-WJK (Soq-Amq) dikarenakan tidak dilengkapi slot time. Hal tersebut merupakan bentuk ketidakpatuhan (Compliance) terhadap aturan penerbangan yang berlaku baik secara Nasional maupun aturan di TNI AU sendiri. 

"Pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak Maskapai Lion Air khususnya di wilayah Lanud Pattimura dapat mengganggu operasional penerbangan Lanud Pattimura," ujarnya. 

Masih melanjutkan, kalau  pesawat unschedule Wings Air IW 2502/PK-WJJ take off dengan tujuan Bandara Internasional Pattimura hanya berdasarkan koordinasi dan perintah dari Fitzgerlad Julian selaku Direktur Utama Operasi kepada kepala stationnya yakni Saldy. Hal tersebut merupakan keputusan sepihak oleh pihak Lion Group dan tidak sesuai dengan ketentuan. 
 
"Pesawat yang ditahan oleh Lanud adalah PK-WJJ, sedangkan yang harusnya ke Saumlaki adalah PK-WGL. Pesawat PK-WJJ yang ditahan oleh Lanud seharusnya pagi (7/7/2021) berangkat unscheduled/charter flight ke Babo," tegasnya. 

Dengan demikian, dirinya kembali menegaskan kalau tidak ada hubungannya dengan rute Saumlaki. 

Yang ke Saumlaki tidak ada masalah karena tidak perlu ijin ke TNI AU karena merupakan penerbangan reguler/scheduled flight. Lanud pun tidak menahan pesawatnya.

Wings Air Tuduh Lanud Pattimura Larang Terbang ke Saumlaki, Pesawat Dicarter ke Teluk Bintuni

Penerbangan Saumlaki Dialihkan ke Bintuni

Sementara itu akibat pembatalan terbang pesawat Wings Air dari Ambon ke Saumlaki pada Selasa (6/7/2021). Puluhan penumpang yang dijadwalkan berangkat pada Rabu (7/7/2021) harus kembali menelan kekecewaan setelah keberangkatan mereka dari Ambon - Saumlaki dialihkan secara sepihak menuju ke Bandara Babo di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. 

Pihak manajemen kemudian berjanji akan menerbangkan para penumpang pada Kamis (8/7/2021).

Namun puluhan penumpang ini kecewa dan marah karena terlantar karena pada hari Kamis, janji tersebut tidak berbuah.  

Akibatnya terjadi keributan di ruang keberangkatan Bandara Pattimura Ambon. 

Puluhan penumpang ini terlibat aksi adu mulut bahkan nyaris baku hantam dengan pihak maskapai Wings Air. 

Pasalnya pihak Wings Air tidak mampu memberikan penjelasan dan menyakinkan para penumpang tentang ketidakpastian penerbangan tersebut.

Setelah melalui perdebatan yang cukup alot dan dimediasi oleh pihak Angkasa Pura. Akhirnya pihak Lion Air bersedia membuat surat pernyataan secara tertulis dengan dibubihi meterai 10.000 yang memuat permintaan para penumpang. 

Diantaranya memastikan keberangkatan Pesawat Wings Air dari Ambon - Saumlaki  serta memastikan  puluhan penumpang yang telah ditelantarkan sejak Rabu (7/7/2021) kemarin untuk diprioritaskan. 

Juga pihak Maskapai akan menanggung semua biaya rapid test anti gen, biaya hotel dan transportasi para penumpang. (Albert Batlayeri)

Tentang Kami

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel