-->

Biak Kirim 7 Ton Telur Ayam Lokal Ke Wamena


BIAK, LELEMUKU.COM - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus menggejot usaha-usaha peternakan ayam petelur lokal. Bahkan hasil produksi dari telur ayam lokal sejak bulan Februari 2021 lalu dinilai sudah cukup untuk memenuhi permintaan di Kabupaten Biak Numfor.

Dengan surplusnya ketersedian telur ayam lokal maka Kabupaten Biak Numfor sudah dinyatakan swasembada telur ayam lokal, dan bahkan ketersedian telur sudah dinilai lebih sehingga telah dikirim ke sejumlah daerah yang ada di Papua.  

Kali ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor lagi-lagi kembali mengirim 665 ikat atau 7 ton telur ayam lokal ke Kabupaten Jayawijaya, Wamena, dengan menggunakan pesawat Hercules. Pengiriman telur ayam lokal asal Kabupaten Biak Numfor ke Wamena adalah yang kesekian kalinya dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor I Made Suardana, S.Sos.,M.MA  disampingi Kepala Seksi Kesehatan Hewan drh. Bambang Hayanto mengatakan, bahwa telur ayam lokal telah surplus sehingga dilakukan pengiriman ke sejumlah daerah di wilayah Papua. Bahkan, untuk telur-telur dari luar Papua seperti dari Makassar dan Surabaya sudah tidak diizinkan masuk ke Biak.

“Sejak bulan Februari lalu kita sudah mandiri pangan, khususnya lagi untuk telur ayam lokal. Jumlah produksi telur di Biak sudah banyak sehingga tak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, namun juga telah dikirim ke sejumlah daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, di Kabupaten Biak Numfor jumlah ayam petelur sudah mencapai 80.000 lebih, dari jumlah sebanyak itu rata-rata setiap harinya menghasilkan 50.000 telur. Ayam petelur itu dipelihara oleh masyarakat secara perorangan dan kelompok usaha, dan sebagiannya juga adalah peternak ayam petelur putra asli Papua.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sejak pertengahan Januari 2021 melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tidak lagi memberikan rekomendasi telur dari luar masuk. Hal itu dilakukan oleh pemerintah daerah Karena produksi lokal dinilai sudah mencukupi kebutuhan,  bahkan melebihi dan dikirim ke sejumlah daerah, misalnya ke Wamena dan Mamberamo Raya serta sejumlah daerah lainnya.

“Pak Bupati  mendorong terus agar peternak ayam petelur lokal terus berkembang dg lebih baik. Tahun 2020 pemerintah memberikan bantuan ayam petelur sebanyak 1000 ekor kepada peternak OAP (orang asli Papua) dan tahun 2021 ada juga program ayam petelur sebanyak 2000 ekor . Ayam yang diberikan kepada peternak sudah berumur 3 -3,5 bulan siap bertelur ( fase pullet), dan juga diberikan pakan ternak,” ujarnya.

“Pemerintah daerah tetap memberikan support terhadap usaha-usaha peternakan ayam petelur, dan diharapkan kedepan terus dikembangkan dan hasilnya kita kirim ke luar daerah di wilayah Papua yang memang masih sangat membutuhkan pasokan telur ayam,” tandasnya. (HumasBiakNumfor)

Tentang Kami

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel