-->

Permohonan Maaf Ade Putri Paramadita Sebut Kuliner Maluku Hambar dan Tidak Enak


JAKARTA, LELEMUKU.COM – Pendongeng Kuliner asal Indonesia, Ade Putri Paramadita membuat pernyataan klarifikasi tentang pernyataannya dalam sebuah program podcast bersama Soleh Solihin yang dinilai netizen telah menghina makanan di Kepulauan Maluku pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Melalui akun media sosialnya, Ade meminta maaf kepada warga Maluku atas pernyataan tersebut dimana ia menilai makanan khas yang lumrah ditemukan di Indonesia Timur, yakni ikan kuah kuning yang saat itu disantapnya di Tanimbar terasa hambar dan tidak enak.

"Saya dua hari berturut-turut makan ikan kuah kuning disana. Dan saya bilang dua duanya rasanya berbeda. Nah saya yang salah bilang ngga enak. Mungkin tepatnya saya harus bilang saya tidak suka," kata Ade pada Selasa , 6 Juli 2021.

Ia mengatakan dalam podcast tersebut dirinya tidak bermaksud menghina makanan khas ikan kuah kuning yang disajikan di Desa Tanimbar Kei, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Namun yang ingin disampaikan  Ade adalah di Kepulauan Kei masih membutuhkan influencer kuliner agar makanan bisa lebih bervariasi.

"Saya sudah pernah makan ikah kuah kuning berulang kali karena pernah ke Ambon dan Papua. Maksud saya, saya ingin makanan yang lebih bervariasi," sebutnya.

Ade mengungkapkan setelah kunjungannya dari Tanimbar Kei, ia pun mengundang media dan sejumlah pengusaha kuliner dengan menunjukan video pendek pengalamannya di desa yang terletak pada gugus selatan Kepuluan Kei Kecil tersebut.

"Saya pulang ke Tanimbar itu ngapain? Setelah dari sana saya mengundang media dan sejumlah pengusah kuliner, saya menunjukan video pendek bagaimana saya di sana. Lalu saya menunjukan bahan yang saya bawa dari sana. Harapannya biar orang-orang bisa tahu soal Tanimbar," ungkapmya.

Sebelumnya dalam video yang beredar Ade Putri Paramadita membuat pernyataan yang menurut netizen telah menghina makanan di Kepulauan Maluku. Ia menilai makanan khas yang sudah lumrah ditemukan di Indonesia Timur yakni ikan kuah kuning yang saat itu disantapnya di Tanimbar terasa hambar dan tidak enak.

"Gue pernah ke suatu daerah di Maluku Tenggara namanya Tanimbar, Kepulauan Kei. Dimana nyaris tidak ada orang yang pernah datang kesana karena nyaris jauh banget dan terpencil. Penduduknya cuma 500 orang, makanannya nga enak," kata dia Ade dalam video tersebut.

Ia melanjutkan jika masakan yang disajikan oleh warga setempat tidak bervariasi seperti makanan-makanan yang ia harapkan.

"Nah pas gue liat ibu masak apa, jawabnya masak ikan kuah kuning. Hari ini sama besok masaknya juga ikan kuah kuning, bumbunya bisa beda, rasanya bisa beda. tapi dua-duanya tidak enak," lanjut dia.

Menurut wanita yang pernah menjadi salah satu tamu dalam acara televisi yang dibintangi oleh chef internasional ternama Gordon Ramsay, rasa makanan khas tersebut hambar lantaran tidak ada yang memberikan tradisi budaya makanan.

"Jadi gua ngobrol sama mereka, ternyata ini karena tidak ada yang menularkan tradisi budaya makanan.  Jadi nga ada yang ngasi tau kalau ini bisa bikin apa saja," ujar dia.

Ia menegaskan rasa hambar dan tidak enak yang ia maksud adalah makanan yang tidak berasa asin, asam atau pedas.

"Kaya rasanya semua nanggung begitu. Nanti besok kuning nanti rasanya kekunyitan gitu loh.  Disana bumbu nga banyak, bahkan di pulau itu nga ada pasar," imbuhnya.

Videonya tersebut kemudian ditanggapi negatif dan penuh kecaman oleh warganet.

Invatri Rettob dalam komentarnya menilai Ade keliru jika memposisikan diri sebagai juri makanan. Sebab masing-masing daerah memiliki selera kuliner yang berbeda.

"Yang dimaksud mungkin Tanimbar Kei. tapi kalau makanannya ga enak kayaknya mbahnya salah. Atau mungkin selera mbaknya ga sesuai sama kami orang Kei," kata dia.

Netizen lain menilai Ade terlalu cepat menghakimi selera makanan daerah tertentu.

"Aku dari jawa diajak suami merantau ke daerah timur NTT. Bukan ga enak tapi karena kebiasaan kita pake bumbu dan rempah yang lengkap jadi terasa aneh jadi kebiasaan makanan kita gak kaya orang timur. Tapi lama kelamaan masuk juga di lidah Jawa," kata Aing Saha.

Sementara Domi Lingansere menyatakan bahwa Ade tidak paham lokasi yang didatanginya. Sebab penyebutan lokasi itu sendiri keliru.

"Ibu yang manis dari awal saja sudah salah. Kei itu beda sama Tanimbar. Kei masuk di Maluku Tenggara, kalau Tanimbar di Maluku Tenggara Barat," ujar dia. (Laura Sobuber)


Tentang Kami

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel